1.13.2010

APA GUA ADA ARTI BUAT MEREKA ?


Mungkin, pas kalian baca ini kisah, kalian pasti ngira tokoh utama di cerita ini adalah anak yang ga pernah bisa menerima keadaan keluarga yang kekurangan, anak yang ga bisa buat di banggakan orang tua, anak yang ga bisa untuk di kategorikan sebagai anak berbakti..

Kejadian nyata, yang di ambil dari kisah seorang remaja cewek yang hidup di tengah keluarga sederhana. Dia selalu dilanda berbagai pertanyaan tentang bagaiamana kehidupan itu bisa berlangsung. Dia terus bertanya-tanya tentang bagaimana bisa dia menyanggupi kehidupan yang rumit pas dia sendirian, dia yang selalu merasa sangat sendiri dan tak ada yang pernah bisa memahami dirinya, sekalipun ibu dan ayahnya.

Dia yang sekarang berusia 15 tahun, sama seperti kalian, remaja. Dia tumbuh, berkembang, dan tentunya hidupnya dipenuhi dengan berjuta pertanyaan tentang kehidupan.

Di saat dia termenung, dia selalu ingin memutar waktu kembali ke masa ia kecil. Ia selalu kembali membayangkan hal-hal istimewa terjadi. Dia kembali mengingat di masa ia masih menjadi anak semata wayang. Berjuta kasih sayang ayah ibu, dicurahkan sepenuhnya untuk dia. Tiap hari berjuta gelak tawa dan kebahagian selalu menghiasi hari-harinya. Sepulang sekolah, pasti ia menceritakan semua kejadian di skola ke ibu atau ayah. Pas ulangan semester tiba, dia pasti didampingin sama ayah ibunya untuk belajar. Pas ngadepin tes, pasti dia selalu mendapatkan ciuman pipi kiri kanan dari orang tuanya.




Dan seperti biasa, dia tersadar dari ingatanya. Ingatan yang ga pernah bisa kembali. Lalu, dia mengambil satu album besar berisipenuh dengan berjuta foto masa kecilnya. Dia membuka perlahan album foto itu.



Di awali dengan foto kelahirnya, foto di mana ia digendong oleh ibunya didampingin sang ayah yang tersenyum bahagia. Dilanjutkan dengan foto disaat dia menangis begitu kencang, dengan digendong ayah ibunya sambil tertawa bangga, foto saat dia ulang tahun, foto saat dia tersenyum sangat bahagia menggandeng tangan kedua orang tuanya.


Kadang, air mata menghiasi pipinya, ketika dia mengamati lembar demi lembar album itu. Lalu dia kembali menguatkan hatinya dan berkata “itu masa lalu, ga akan pernah kembali.....”

Dia anak pertama dari tiga bersaudara.


Kehidupannya dipenuhi dengan kehidupan sebagaiamana mestinya. Kehidupan remaja. Yang penuh dengan segudang problema. Dengan orang tua bekerja di salah satu bank swasta, memang kehidupan materil keluarganya tercukupi, tapi batinnya tersiksa.


Kaya anak remaja laen, remaja itu banyak banget masalah. Kata orang, waktu remaja itu waktunya kita buat nyari jati diri. Banyak godaann, banyak masalah, tapi banyak temen, dan banyak tawa menghiasi harihari.

Dia selalu iri melihat teman-temannya memerkan cerita kedekatan mereka dengan orang tua masing-masing. Dia hanya bisa tersenyum dan terkadang membuat cerita palsu akan bahagianya dia bisa dekat dengan kedua orang tuanya.

Tapi faktanya ..

Dia memang memilki banyak teman, mudah bergaul, mudah tertawa, dan mudah untuk melupakan masalah. Tapi, di dalam hatinya yang paling dalam, dia sangat merindukan.. merindukan sesosok orang yang bisa dekat dengannya. Bukan sebagai pacar. Tapi sebagai sahabat. Sebagai tempat ia berkeluh kesah. Dia sangat mengingikan adanya sosok itu.

Ketika ia melihat sodara putrinya sedang bercengkrama dengan ibunya dan membicarakan hal-hal privacy, seperti pacar contohnya, dia hanya bisa tersenyum simpul dan kadang di pucuk matanya ada air mata yang menetes kecil.



Dia menginginkan itu ..





Kedekatan ibu dan anak ..


Itu sosok yang dia cari .


Bukan dia ga usaha untuk dekat dengan orang tuanya, terutama ibunya. Hanya saja, memang kadang, kesibukan, dan pekerjaan mampu menghancurkan semuanya.


Dia selalu membayangkan, alangkah sangat indahnya kalau masa remajanya ini yang penuh dengan masalah, diselesaikan bareng ibu tercinta, bertukar pikiran, dan saling canda tawa.



IBU .. IBU .. IBU ..

Nama itu bahkan hmapir tidak berarti lagi buatnya . karena dia tau, seberapun dia mau usaha dia ga akan pernah dapet peratina.


Dia , mantan pemimpin sebuah sekolah.. ketika ia akan menjadi ketua aja, orang tuanya ga tau.. ketika dia menjadi seorang ketua, orang tuanya hanya ngucapin selamat dan tidak membahasnya di rumah. Ketika dia sedang ada masalah, orang tuanya ga tau. Ketika dia meminta izin untuk pacaran, orang tuanya hanya bisa bergumama hmmm ..  ketika dia mengahadapi ulangan semester, orang tuanya sudah tidak pernah lagi menemaninya untuk belajar, orang tuanya tidak pernah lagi memberikan ciuman pipi kanan-kiri kepadanya sebelum ia berangkat sekolah. Ketika hasilnya bagus, orangtuanya hanya mamapu sekali lagi mengucapkan selamat. Ketika hasilnya buruk, juga gada perlawanan .




Hummmmmff~ apa ini kehidupan yang kalian inginkan? Apa yang akan kalian lakukan jika kalian berada di posisi seperti ini ? apa kalian akan berfikir untuk menyesal dan pergi dari semuanya ?


will see ...




Tidak ada komentar: