Baru saya merasa menyesal dengan pilihan yang berkaitan dengan hati, persaan, dan kasih. Sebuah perasaan yang terlalu dipertimbangankan. Sehingga membuat semuanya jadi tampak penuh keragu-raguan. Semula keyakinan menjadi sangat mengambang dan tak jelas. Semula penuh kasih berubah menjadi setengah dan ketika waktunya tiba akan menjadi sangat habis, bahkan minus. Tidak. Saya tidak bisa mengatakan bahwa perasaan saya minus, karena itu dapat membuat hidup saya menjadi tak menentu, buram, ya buhkan hanya itu bahkan menjadi sangat hambar, sangat ironis. Bagai sayur tanpa garam, bagai kuta tanpa sunset, bagai raja tanpa ratu dan sebagainnya, menjadi tak seimbang, ya, itu dari inti pembicaraan saya, TIDAK SEIMBANG.
Bukan perasaan saya terhadap anda yang sedang saya utarakan di sini. Melainkan mengenai batapa egoisnya saya menyelamatkan diri saya sendiri dari kekhawatiran masa yang akan datang yang belum tenetu terjadi seperti apa yang saya rencanakan. Dan semua itu mengorbankan anda. Anda orang yang selama ini ada untuk saya. Dan saya sangat berterimakasih akan hal itu.
Terlalu banyak pertimbangan.
Ya, itu yang selama ini saya pikirkan, saya terlalu banyak pertimbangan akan hal ini, bukan karena apa dan apa, melainkan karena sebuah ketakutan di masa lalu yang tak mau saya ulangin. Bermain persaan dengan lawan saya, hanya melalui layar berteknologi canggih, bukan dari manisnya kata terucap, bukan dari tatapan mata, bukan dari celoteh nyata. Hanya berawal dari jari menari di atas keypad dan sebuah pemikiran akan perasaan yang dituangkan melalaui huruf yang perlahan muncul di screen. Bukannya saya meragukan apa yang anda rasakan, tapi sekali lagi, saya terlalu banyak pertimbangan.
Jangan tanyakan saya tentang perasaan yang saya rasakan pada anda, karena percayalah, saya juga merasakan apa yang anda rasakan. Kasih sayang, ingin memilki, ingin berbagi, dan belajar hidup menghidupi dan memberikan hal penting bagi seseorang special. Saya mengerti itu, saya paham, karena saya pernah merasakannya. Saya pernah jatuh cinta.
Tapi karena pernyataan yang telah saya coretkan di awal tadi, saya TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN. Saya kehilangan anda tanpa mendapatkan apapun yang saya ingin dari anda,
ANDA PERGI , DAN SAYA TIDAK MENDAPAT APAPUN YANG SAYA INGINKAN DARI ANDA.
Yaaa, atau lebih jelasnya SAYA MERUSAK SENDIRI
Apa anda mengerti ? yaa, anda yang membaca artkel ini. Apa anda mengerti apa yang saya rasakan? Beruntunglah anda yang mengerti karena ada hikmah besar dari semua ini yang saya sendiri sadari betapa berartinya hal ini.
Saya mulai hiperbola
Saya sadar, saya mengerti, dan saya tidak menyalahkan anda bila menjauh.
Oh tidak, bukan itu, atau mungkin saya telah memasuki dunia oranng dewasa yang saya sendiri tidal bisa untuk menyelesaikannya. Atau mungkin perasaan ini hasil dari pemikiran saya yang kurang biasa, maksut saya kurang mengerti dengan pemikiran orang dewasa.
Saya tidak menyalahkan anda ketika anda pergi perlahan dari hidup saya, saya sadar anda tidak akan pernah bisa untuk terus berada bersama saya, karena anda juga punya kehidupan, kehidupan yang wajib diperjuangkan. Dan itu bagus buat anda untuk mencari orang baru yang dapat memberikan apa yang anda inginkan.
Hanya saja saya merasa sedikit lebih banyak membodohkan diri saya. Yaaa, itu kata yang tepat. Saya belum sepenuhnya menguasi hati saya, sampai-sampai saya tidak bisa menilai, merasa, meyakinkan pilihan yang saya ambil.
Layaknya pelajar sosialogi dan hokum kehidupan.
SETIAP PILIHAN YANG KAMU AMBIL , BERSIAPLAH DIRI UNTUK MENERIMA SEMUA KONSEKUENSINYA .
Saya sedang belajar tentang itu sebenarnya.
Menerima konsekuensi yang telah saya ambil atas pilihan yang saya ambil .
Lewat karya seorang gadis bodoh ini, saya hanya ingin menitipkan satu hal ,
Saya suka anda. Saya suka, tapi ini yang saya pilih, jadi menjauh dari saya ataupun yang lain saya terima, karena emang itu yang saya harus terima. Satu hal yang harus anda ingat, sampai kapanpun saya tetap teman anda, teman yang bersedia untuk mendengarkan semua celoteh, semua ganjalan hati anda. Saya selalu ada di sini. dan karena saya ada rasa lain dengan orang lain .
Ingat : saya tidak patah hati dan tidak menangis untuk ini. Ayolah , ini hanya seperkecil pelajaran hidup yang akan saya pelajari nantinya.
PS : terima kasih sudah mengenal saya bro ! makasih juga telah membaca tulisan saya J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar