4.13.2010

jangan lagi ambil punya ku!



Apakah anda cukup punya hati ?
Apakah anda belum pernah memperlakukan teman anda dengan baik ?
Apakah anda dengan mudahnya bisa datang dan pergi sesukannya seperti ini ?
HAHAHA .
Saya, saya orang yang paling bodoh dapat mempercayai orang seperti ANDA !
Seharusnya saya ikhlas dengan apa yang telah anda lakukan terhadap saya kemarin tapi, setelah saya mendengar bahwa anda berulah sama kepada sahabat saya, saya tidak pernah terima itu!

***

Sejak kejadian itu, aku tak pernah lagi bisa percaya akan cahaya seorang sahabat. S-A-H-A-B-A-T. Apa sih sahabat itu? Aku benar-benar tak pernah mempercayai itu. Yang aku percaya hanya teman. T-E-M-A-N. Itupun sulit sekali buatku untuk mampu berbagi segalanya dengan teman. Bagiku, cukup sekali aku mengeluarkan penat jiwaku ke sahabat, hingga pengkhianatan yang aku dapat, membutku cukup mengerikan untuk bercerita dan berbagi dengan sahabat.
Bukan hanya sekali, duakali, tigakali, aku mendapat perlakuan seperti ini, menyakitkan. Ya, ini memang menyakitkan buatku. Painfull. Dan sekarang aku tak ingin kau menyakiti orang yang pernah menjadi sahabat karibku.
Apa aku terlalu berlebihan menyebutnya “TRAUMA” ? Apa aku bersalah bila aku membenci orang yang telah selama ini mencampakan begitu saja kehadiranku untuknya. Orang yang telah merenggut kesempatanku untuk mendapat yang aku inginkan. Apa dia tidak ingat pada semua kenangan kebersamaan dulu? Tiap detik, tiap menit, tiap jam, dia selalu tak lepas dari keluh kesah masalahnya yang selalu dicurahkan pada ku. Berjam-jam berdiam di telefon. HAHAHA. HEY, WATCHA UP WITH YOU GIRL ? SHIT.
Itu DULU. Dan sekarang? Kau ambil orang-orang yang aku sayangi. Kedua orang yang telah begitu berarti, hampir menyembuhkan lukaku akan ketakutanku akan sahabat. Kau MENGAMBILANYA DARIKU. Sebelumnya kau telah mengambil ORANG YANG AKU SUKA. Lalu MEREKA, lalu kau sakiti DIA, lalu apa lagi??? Kurang puas??
Ya! Kamu memang CANTIK, PINTAR, MENYENANGKAN. Tapi tolong, TOLONG, jangan lakukan ini padaku LAGI atau pada orang-orang yang aku sayangi. Semua ini bukan karena keadaanmu yang AMBURADUL, kenapa? KARENA KAMU SEPERTI INI SEBELUM KAMU AMBURADUL! Sungguh, aku tak ingin mengatakan hal ini padamu, bahlan menuliskannya ini untukmu. Hanya saja, tangan ini menuntuk jari-jari lentikku untuk terus berjalan dan menulis keprihatinanku akan dirimu yang sekarang.
Aku bukan iri terhadapmu yang mampu mencapai apapun yang kamu mau tapi, aku tak rela kalau kau lakukan hal yang sama pada sahabtaku, yaitu hal yang telah kamu lakukan untuk menyakitiku. Bahkan aku tak tahu, apakah kau benar merasakan kesalahanmu padaku.
Aku tak boleh mendendam padamu. Karena bila ku mendendam, aku tak beda jauh dengan DIRIMU! Bahkan mungkin lebih parah.
Tuhan, dengarkan aku.
Aku ingin dia tidak berbuat seperti ini, dengan mudah meminta hati dan dengan mudah pergi meninggalkan hati itu. Bukan tentang cinta, tapi tentang ikatan tulus, harapan tulus, seorang aku untuknya.
Amin.

Tidak ada komentar: